tanya jawab

I’tikaf Hanya Pada Malam Hari, Bagaimana Hukumnya?

Posted on

sgsggsgs

Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz

Soal:

Pada hari-hari akhir Ramadhan, kami tidak bisa melakukan i’tikaf di siang hari karena melakukan tugas-tugas pekerjaan. Apakah sah jika kami beri’tikaf  pada malam hari saja, sedangkan siang harinya kami bekerja di tempat kerja kami?

Jawab:

Melakukan i’tikaf boleh walaupun hanya sesaat saja di masjid yang didirikan di dalamnya shalat berjama’ah. Dan juga tetap sah i’tikaf tanpa puasa menurut pendapat yang rajih dari pendapat para ulama. Berdasarkan riwayat dari Abdullah bin Umar dari Umar bin Khathab radhiallahu’anhuma, bahwa Umar berkata:

يا رسول الله إني نذرت في الجاهلية أن أعتكف ليلة في المسجد الحرام

wahai Rasulullah, dulu di masa Jahiliyah aku pernah bernadzar untuk melakukan i’tikaf di masjidil haram

Lalu Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

أوفِ بنذرك فاعتكف ليلة

tunaikan nadzarmu, dan beri’tikaflah satu malam

dikeluarkan oleh Al Bukhari dan Muslim, dan ini adalah lafadz Al Bukhari (2/260).

Andaikan puasa adalah syarat dari i’tikaf, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam tidak akan menetapkan bolehnya beri’tikaf satu malam saja. Oleh karena itu boleh bagi anda untuk meniatkan i’tikaf satu malam saja tanpa beri’tikaf siang harinya, sebagaimana yang anda sebutkan. Dan anda akan mendapatkan pahala sekadar itu, insya Allah.

Wabillahit taufiq, washallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala aalihi wa shahbihi wasallam

***

Sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/59459

Penerjemah: Yulian Purnama

Iklan

Makan Atau Sholat Dahulu Ketika Makanan Telah Siap

Posted on Updated on

sholatmakanFatwa Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan

Soal:

Jika makanan telah dihidangkan ketika adzan sudah berkumandang apakah ada keringanan meninggalkan shalat jama’ah? mohon sebutkan dalilnya

Jawab:

Jika memang sangat membutuhkan makanan tersebut atau hati anda sangat menginginkannya, maka jawabnya iya. Anda boleh makan makan tersebut sampai hati anda tenang. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إذا حضر العشاء، فابدءوا به

Jika makan malam telah dihidangkan maka dahulukanlah ia..

Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:

لا صلاة بحضرة طعام، ولا وهو يدافعه الأخبثان

Tidak ada shalat ketika makanan dihidangkan, dan tidak ada shalat ketika ingin buang air besar atau buang air kecil

Namun jangan jadikan ini sebagai kebiasaan setiap datang waktu shalat. Yang demikian hanya sesekali saja, jika terjadi secara kebetulan tanpa disengaja. Adapun menyengaja menjadikan waktu makan pada waktu-waktu shalat, ini tidak diperbolehkan. Demikian.

Sumber: http://alfawzan.af.org.sa/node/14195