Tugas Penelitian Bahasa Indonesia Kelas 11

assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh

kali ini saya akan berbagi referensi untuk tugas di sekolah tercinta sma negeri 1 sukoharjo, saat kalian kelas 2 nanti akan mendapat tugas Bahasa Indonesia untuk membuat laporan penelitian tentang fenomena alam atau sosial.

berikut ini adalah laporan penelitian yang sudah saya buat dan saya nilaikan, dan alhamdulillah mendapat apresiasi yang baik dari guru pembimbing saya.

silahkan bagi murid, masyarakat, guru atau siapapun yang ingin membaca sebagai referensi atau apapun. harapan saya, semoga ini bisa bermanfaat untuk banyak kalangan ūüôā

Bagi murid SMA Negeri 1 Sukoharjo yang ingin mencari contoh penelitian untuk Tugas Bahasa Indonesia Kelas 11 silahkan download dibawah ini:

INDUSTRI RUMAH MARNING SECARA TRADISIONAL OLEH WARGA DOMPILAN JOMBOR BENDOSARI SUKOHARJO(FINAL)

pass: mbambuttm.wordpress.com

 

KHOIRUL ADI NUR ALFISYAHRI 

SMA NEGERI 1 SUKOHARJO

SUKOHARJO

2015

 

 

INDUSTRI RUMAHAN MARNING SECARA TRADISIONAL

OLEH WARGA GANG MARNING DOMPILAN RT 2/1

JOMBOR, BENDOSARI, SUKOHARJO

 

 

 

 

 

 

LEMBAR PENGESAHAN

 

Penelitian yang berjudul ‚ÄúIndustri Rumah Marning Secara Tradisional oleh Warga Dompilan Jombor Bendosari Sukoharjo‚ÄĚ telah disetujui oleh Guru Pengampu untuk memenuhi tugas Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI Semester II SMA Negeri 1 Sukoharjo tahun pelajaran 2014/2015, pada :

hari                  :

tanggal             :

Peneliti 

 

 

Khoirul Adi Nur Alfisyahri

Guru Pembimbing 

 

 

Joko Haryanto S.Pd

NIP 19860313 200903 1 001

 

 

ABSTRAK

Khoirul Adi Nur Alfisyahri, 2015 ‚ÄúIndustri Rumahan Marning secara Tradisional oleh Warga Gang Marning Dompilan Rt 2/1 Jombor, Bendosari, Sukoharjo‚ÄĚ Karya Ilmiah Remaja. Tugas Bahasa Indonesia. SMA Negeri 1 Sukoharjo

 

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan Industri Rumahan Marning Secara Tradisional oleh Warga Gang Marning, Dompilan RT 2/1, Jombor, Bendosari, Sukoharjo kepada masyarakat luas. Serta memperlihatkan bahwa Marning yang diolah secara tradisional dan masih memegang cara pengolahan yang turun-temurun masih terus berkembang di era yang serba modern ini. Juga untuk menjadi salah satu alternatife untuk mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia, juga untuk menambah keanekaragaman produk olahan asli Indonesia agar semakin dikenal oleh khalayak ramai.

 

Metode yang digunakan pada penelitian kali ini adalah observasi dan wawancara. Teknik ini digunakan mengingat bentuk penelitian yang berupa penelitian kualitatif. Penelitian ini memiliki data yang berbentuk tulisan tulisan yang dikumpulkan dari narasumber secara wawancara dan observasi secara langsung.

 

 

Hasil

 

 

 

 

Kata kunci: Industri Rumahan, Industri Makanan Tradisional, Gang Marning

 

PERSEMBAHAN

 

 

Penelitian ini saya persembahkan untuk:H. Dr. Giyoto M,Hum dan Hj. Tri Murniati S,Pd       yang selalu membimbingku

Teman yang selalu ada untukku

Berbagai pihak yang memudahkan aku menyelesaikan penelitian ini

Juga kepada guru-guru yang berjasa besar dalam penelitian ini

Para pengrajin marning yang membuatku terinspirasi memperoleh judul

MOTTO

‚ÄúBismillah dahulu‚ÄĚ.‚ÄúBarangsiapa berusaha maka akan mendapatkan apa yang ia usahakan‚ÄĚ

‚Äúniat kuat, usaha keras, doa, pasrah, bersyukur‚ÄĚ

KATA PENGANTAR

 

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan nikmat dan karuniaNya. Berkat ridhoNya pula, penelitian yang berjudul ‚ÄúIndustri Rumah Marning Secara Tradisional oleh Warga Dompilan Jombor Bendosari Sukoharjo‚ÄĚ dapat penulis selesaikan dengan lancar.

Penelitian ini berusaha mengungkap ‚ÄúIndustri Rumah Marning Secara Tradisional oleh Warga Dompilan Jombor Bendosari Sukoharjo‚ÄĚyang selama ini tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas.

Ucapan terima kasih patut penulis sampaikan kepada sejumlah insan yang berperan terhadap penulis selama penyelesaian makalah ini. Ucapan terima kasih ini penulis sampaikan kepada :

  1. Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sukoharjo yang telah memberi kesempatan penulis untuk mengembangkan ide karya ini.
  2. Bapak Ibu Guru yang senantiasa membimbing penulis dalam penyelesaian makalah ini.
  3. Berbagai pihak yang tidak mungkin penulis sebutkan satu per satu. Namun, penulis yakin sekecil apapun bantuan yang telah diberikan turut membantu keberhasilan studi penulis.

Penulis memohon maaf apabila terdapat kesalahan atau kekurangan dalam penelitian ini. Penulis juga mengharapkan kritik dan saran agar penelitian ini menjadi lebih baik dan bermanfaat.

 

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN.. ii

ABSTRAK.. iii

PERSEMBAHAN.. iv

MOTTO.. v

KATA PENGANTAR.. vi

DAFTAR ISI. Error! Bookmark not defined.

DAFTAR GAMBAR.. viii

DAFTAR TABEL.. ix

BAB 1 PENDAHULUAN.. 1

  1. LATAR BELAKANG.. 1
  2. RUMUSAN MASALAH.. 2
  3. TUJUAN PENELITIAN.. 2
  4. MANFAAT PENELITIAN.. 3
  5. MANFAAT TEORITIS. 3
  6. MANFAAT PRAKTIS. 3

BAB 2 LANDASAN TEORI. 4

  1. KAJIAN TEORI. 4
  2. KERANGKA BERPIKIR.. 11

BAB 3 METODE PENELITIAN.. 12

  1. SETTING PENELITIAN.. 12
  2. BENTUK PENELITIAN.. 12
  3. POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN.. 13
  4. TEKNIK PENGUMPULAN DATA.. 13
  5. VALIDITAS DATA.. 13
  6. ANALISIS DATA.. 13
  7. PROSEDUR PENELITIAN.. 16

BAB 4 HASIL PENELITIAN.. 17

  1. DESKRIPSI DATA.. 17
  2. DATA TENAGA KERJA INDUSTRI MIKRO DAN KECIL.. 17
  3. DATA BIAYA INPUT INDUSTRI MIKRO DAN KECIL.. 18
  4. DATA JUMLAH INDUSTRI MIKRO DAN KECIL.. 19
  5. DATA WAWANCARA TENTANG SEJARAH DAN PROSES PEMBUATAN MARNING 20
  6. PEMBAHASAN.. 22

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN.. 32

  1. KESIMPULAN.. 32
  2. SARAN.. 32

DAFTAR PUSTAKA.. 34

LAMPIRAN.. 35

 

DAFTAR GAMBAR

 

Gambar 1. Pabrik Marning Modern 30

Gambar 2. Industri Rumahan secara Tradisional 30

Gambar 3. Marning Siap Jual 35

Gambar 4. Proses Penjemuran Marning 35

Gambar 5. Proses Perebusan Marning 36

Gambar 6. Proses Perendaman Marning 36

 

 

 

DAFTAR TABEL

 

 

Tabel 1. Jumlah Industri Di Indonesia Menurut Jenis Produknya. 5

Tabel 2.Setting Penelitian 12

Tabel 3. Tenaga Kerja Industri Mikro Dan Kecil 15

Tabel 4. Biaya Input Industri Mikro Dan Kecil 18

Tabel 5. Jumlah Industri Mikro Dan Kecil 19

 

 

 

 

BAB 1 PENDAHULUAN

 

A.  LATAR BELAKANG

 

Menururt survei yang dilakukan oleh BPS (Badan Pusat Statistik) angka pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 5,70% yaitu sekitar 7,2 juta jiwa. Angka pengangguran sebesar ini sangat meresahkan dan dewasa ini masyarakat lebih memilih produk-produk interlokal dan import untuk memenuhi kebutuhan mereka dan kurang percaya dengan produk buatan negeri sendiri. Industri terlebih pada bidang makanan memiliki prospek yang yang baik terhadap animo masyarakat terlebih pada makanan berupa cemilan yang sehat dan ekonomis.

Industri makanan merupakan salah satu industri yang begitu digandrungi masyarakat, tercatat sebanyak 1125425 industri makanan mikro dari total 3220563 industri mikro di Indonesia pada tahun 2014 menurut Badan Pusat Statisik (BPS), juga tercatat industri makanan kecil sebanyak 73066 dari total 284501 industri kecil di Indonesia pada tahun 2014. Jumlah ini menunjukkan betapa industri makanan selalu menjadi primadona di industri masyarakat.

Jagung adalah salah satu jenis makanan pokok tradisional di Indonesia. Begitu banyak orang yang beralih memakai jagung menjadi makanan pokok mereka. Jagung selain lebih murah juga lebih mudah didapat mengingat langkanya beras di kalangan masyarakat. Di Indonesia ada banyak olahan jagung, diantaranya seperti bubur jagung, pop corn, jagung bakar, nugget jagung hingga marning.

Marning adalah salah satu produk olahan jagung yang dibuat dengan merebus jagung, menjemurnya lama, lalu menggorengnya hingga rennyah dan kecoklatan. Marning cukup digemari masyarakat karena rasanya yang gurih dan harganya yang terjangkau. Di sebuah gang di Sukoharjo tepatnya di Gang Marning Dompilan RT 2/I Jombor, Bendosari, Sukoharjo ini terdapat banyak industri rumahan yang mengolah jagung menjadi maning. Hal yang membuat penulis mengambil judul ini adalah terutama pada proses yang masih memegang adat dan cara-cara tradisional untuk membuat Marning ini sehingga rasa yang dihasilkan lebih khas.

 

 

B.   RUMUSAN MASALAH

 

Rumusan masalah dari penelitian ini adalah:

  1. Bagaimana sejarah Industri Rumahan Tradisional Marning itu?
  2. Apa perbedaan proses pengolahan Marning Secara tradisional dan modern?

 

C.  TUJUAN PENELITIAN

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan Industri Rumahan Marning Secara Tradisional oleh Warga Gang Marning, Dompilan RT 2/1, Jombor, Bendosari, Sukoharjo kepada masyarakat luas. Serta memperlihatkan bahwa Marning yang diolah secara tradisional masih terus berkembang di era yang serba modern ini.

 

 

 

D.  MANFAAT PENELITIAN

 

1.    MANFAAT TEORITIS

Manfaat penelitian ini secara teoritis adalah akan membuat Industri Rumahan Marning Secara Tradisional oleh Warga Gang Marning, Dompilan RT 2/1, Jombor, Bendosari, Sukoharjo ini lebih dikenal di masyarakat dan akan semakin diminati di pasar.

 

2.    MANFAAT PRAKTIS

Manfaat penelitian ini secara praktis adalah meningkatkan produksi dari industri ini sendiri. Selain itu, juga meningkatkan perekonomian warga sebagai dampak berkembangnya Industri Rumahan Marning di Gang Marning ini

 

 

 

BAB 2 LANDASAN TEORI

 

 

A.  KAJIAN TEORI

 

 

Menururt survei yang dilakukan oleh BPS (Badan Pusat Statistik) angka pemgangguran terbuka di Indonesia mencapai 5,70% yaitu sekitar 7,2 juta jiwa. Angka pengangguran sebesar ini sangat meresahkan dan dewasa ini masyarakat lebih memilih produk-produk interlokal dan import untuk Memenuhi kebutuhan mereka dan kurang percaya dengan produk buatan negri sendiri. Industri terlebih pada bidang makanan memiliki prospek yang yang baik terhadap animo masyarakat terlebih pada makanan berupa cemilan yang sehat dan ekonomis.

 

Industri makanan merupakan salah satu industri yang begitu digandrungi masyarakat, tercatat sebanyak 1125425 industri makanan mikro dari total 3220563 industri mikro di Indonesia pada tahun 2014 menurut Badan Pusat Statisik (BPS), juga tercatat industri makanan kecil sebanyak 73066 dari total 284501 industri kecil di Indonesia pada tahun 2014. Jumlah ini menunjukkan betapa industri makanan selalu menjadi primadona di industri masyarakat.

 

 

Tabel .1 Jumlah Industri di Indonesia menurut jenis produknya.

Subsektor 2013   2014
Mikro Kecil Mikro Kecil
Industri Makanan 1,008,890 158,651 1,125,425 73,066
Industri Minuman 45,508 1,962 43,293 1,401
Industri Pengolahan Tembakau 48,887 14,823 43,152 21,590
Industri Tekstil 265,498 27,541 291,151 12,246
Industri Pakaian Jadi 240,833 99,169 304,418 50,165
Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki 17,326 22,824 30,789 12,477
Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (tidak termasuk furnitur), Barang Anyaman dari Rotan, Bambu dan sejenisnya. 728,786 53,130 784,753 20,729
Industri Kertas dan Barang dari Kertas 8,672 1,430 7,904 1,160
Industri Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman 22,918 8,666 22,719 8,295
Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia 20,181 3,987 22,065 1,813
Industri Farmasi, Produk Obat Kimia dan Obat Tradisional 5,607 909 6,206 238
Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik 19,999 1,999 14,300 2,790
Industri Barang Galian Bukan Logam 196,845 69,017 242,242 33,324
Industri Logam Dasar 1,080 310 1,801 146
Industri Barang Logam bukan Mesin dan Peralatannya 61,801 17,934 67,825 12,749
Industri Komputer, Barang Elektronik dan Optik 121 218 224 134
Industri Peralatan Listrik 324 291 32 220
Industri Mesin dan Perlengkapan YTDL (yang tidak termasuk lainnya) 633 1,178 1,265 394
Industri Kendaraan Bermotor, Trailer dan Semi Trailer 1,800 1,449 1,530 2,042
Industri Alat Angkut Lainnya 5,537 839 5,546 903
Industri Furnitur 102,957 30,874 122,182 19,475
Industri Pengolahan Lainnya 75,071 13,723 73,274 9,031
Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan 7,741 427 8,467 113
Jumlah 2,887,015 531,351 3,220,563 284,501

 

Industri adalah salah satu kegiatan pokok ekonomi manusia yang sangat penting. Kegiatan ini berupaya melalui proses bahan mentah menjadi bahan baku dan barang jadi, melalui proses kegiatan industi dapat dihasilkan berbagai barang yang menjadi kebutuhan manusia.Macam industri berbeda-beda untuk tiap daerah atau negara, tergantung pada sumber daya yang tersedia, tingkat teknologi, serta perkembangan daerah atau negara tersebut. Pada umumnya makin maju tingkat perindustrian disuatu daerah, makin banyak jumlah dan macam industri serta makin kompleks pula sifat kegiatan dan usaha tersebut.

Adapun klasifikasi industri berdasarkan kriteria masing-masing, adalah sebagai berikut :

 

1.    Klasisifikasi Industri Berdasarkan Bahan Baku

  1. Industri ekstraktif, yaitu industri yang bahan bakunya diperoleh langsung dari alam. Misalnya industri hasil perikanan, Industri hasil pertanian dan industri hasil perhutanan.
  2. Industri nonekstraktif, yaitu industri yang mengolahlebih lanjut hasil-hasil industri lain. Misalnya industri kayu lapis, industri pemintalan dan industri kain.
  3. Industri fasilitatif atau industri tertier, yaitu industri yang menjual jasa layanan untuk keperluan orang lain. Misalnya Perbankan, perdagangan, angkutan dan pariwisata.

2.    Klasifikasi Industri Berdasarkan Tenaga Kerja

  1. Industri rumah tangga, yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja 4 orang dan memiliki modal yang kecil. Misalnya industri kerajinan dan industri makanan ringan.
  2. Industri Kecil, yang industribyang menggunakan tenaga kerja 5 sampai 19 orang dan memiliki modal yang relatif kecil Misalnya industri genteng dan industri batubata.
  3. Industri sedang, yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja 20 sampai 99 orang dan memiliki modal cukup besar. Misalnya industri bordir dan industri keramik.
  4. Industri besar, yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja lebih dari 100 orang dan memiliki modal besar yang dihimpun secara kolektif dalam bentuk saham. Misalnya industri teksti, industri mobil dan industri besi/baja.

3.    Klasifikasi Industri Berdasarkan Produksi yang Dihasilkan

  1. Industri primer, yaitu industri yang menghasilkan barang atau benda yang tidak perlu pengolahan lebih lanjut dan dapat dinikmati secara langsung. Misalnya industri makanan dan minuman, industri konveksi, dan industri anyaman.
  2. Industri sekunder, yaitu industri yangmenghasilkan barang atau benda yang membutuhkan pengolahan lebih lanjut sebelum dinikmati. Misalnya industri pemintalan benang, industri baja, industri ban dan industri tekstil.
  3. Industri tertier, yaitu industri yng hasilnya tidak berupa barang atau benda yang dapat dinikmati melainkan berupa jasa yang dapat mempermudah atau membantu kebutuhan masayarakat. Misalnya industri angkutan dan industri perbankan.

4.    Klasifikasi Industri Berdasarkan Bahan Mentah

  1. Industri pertanian, yaitu industri yang mengolahb bahan mentah yang diperoleh dari hasil pertanian. Misalnya industri minyak goreng, industri gula dan industri teh.
  2. Industri pertambangan, yaitu industri yang mengolah bahan mentah yang diperoleh dari hasil pertambangan. Misalnya industri semen, industri baja dan industri BBM.
  3. Industri jasa, yaitu industri yang mengolah jasa layanan yang dapat mempermudah beban masyarakat tapi menguntungkan. Misalnya industri perbankan, industri pariwisata dan industri transportasi.

5.    Klasifikasi Industri Berdasarkan Lokasi Unit Usaha

  1. Industri berorientasi pada pasar, yaitu industri yang didirikan didekat daerah persebaran pasar.
  2. Industri berorientasi pada tenaga kerja, yaitu industri yang didirikan didekat daerah pemusatan penduduk, terutama daerah yang memiliki banyak angkatan kerja tapi pendidikannya kurang.
  3. Industri berorientasi pada pengolahan, yaitu industri yang didirikan didekat tempat pengolahan.
  4. Industri berorientasi pada bahan baku, yaitu industri yang didirikan ditempat tersedianya bahan baku.
  5. Industri yang tidak terikat oleh persyaratan orang lain, yaitu industri yang didirikan dimana saja dan tidak terikat oleh syarat-syarat diatas.

6.    Klasifikasi Industri Berdasarkan Proses Produksi

  1. Industri hulu, yaitu industri yang hanya mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi. Misalnya industri alumunium dan industri pemintalan.
  2. Industri hilir, yaitu industri yang mengolah barang setengah jadi menjadi barang jadi sehingga bisa langsung dinikmati oleh konsumen. Misalnya industri otomotif, industri konveksi dan industri mebeler.

7.    Klasifikasi Industri Berdasarkan Barang yang Dihasilkan

  1. Industri berat, yaitu industri yang menghasilkan mesin-mesin atau alat produksi lainnya. Misalnya industri alat-alat berat, industri mesin dan industri pemintalan.
  2. Industri ringan, yaitu industri yang mengahsilkan barang siap pakai untuk dikonsumsi. Misalnya industri obat-obatan, industri makanan dan industri minuman.

8.    Klasifikasi Industri Berdasarkan Modal yang Digunakan

  1. Industri dengan penanaman modal dalam negeri (PMDN), yaitu industri yang memperoleh dukungan modal dari pemerintah atau pengusaha nasional. Misalnya industri kerajinan, industri pariwisata, industri makanan dan minuman.
  2. Industri dengan penanaman modal asing (PMA), yaitu industri yang modalnya berasal dari penanaman modal asing. Misalnya industri komunikasi, industri perminyakan dan industri pertambangan.
  3. Industri dengan modal patungan, yaitu industri yang modalnya berasal dari hasil kerja sama antara PDMN dan PMA. Misalnya industri otomotif dan industri transportasi.

9.    Klasifikasi Industri berdasarkan Subjek Pengelola

  1. Industri rakyat, yaitu industri yang dikelola dan merupakan milik rakyat. Misalnya, industri kerajinan dan industri makanan ringan.
  2. Industri negara (BUMN), yaitu industri yang dikelola dan merupakan milik negara. Misalnya industri kertas, industri pupuk, industri perminyakan dan industri baja.

10. Klasifikasi Industri Berdasarkan Cara Pengorganisasian

  1. Industri kecil, yaitu industri yang memiliki modal relatif kecil, teknologi sederhana, pekerjanya kurang dari 10 orang, produknya masih sederhana dan lokasi pemasarannya pun masih terbatas. Misalnya industri kerajinan dan industri makanan ringan.
  2. Indusri menengah, yaitu industri yang memiliki modal relatif besar, teknologi cukup maju tetapi masih terbatas, pekerjanya antara 10-200 orang,tenaga kerja tidak tetap dan lokasi pemasarannya relatif lebih luas. Misalnya industri bordir dan industri sepatu.
  3. Industri besar, yaitu industri yang memiliki modal sangat besar, teknologi canggih dan modern, organisasi teratur, tenaga kerja dalam jumlah banayak dan terampil dan lokasi pemasarannya berskala nasional dan internasional. Misalnya industri otomotif,industri barang-barang elektronik dan industri transportasi.

11. Klasifikasi Industri Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian

Pengklasifikasian industri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 19/M/I/1986 yang dikeluarkan oleh Departemen Perindustrian dan Perdagangan, yaitu :

  1. Industri kimia Dasar (IKD)
  • Industri kimia organik. Misalnya industri bahan peledak dan industri bahan kimia tekstil.
  • Industri kimia anorganik. Misalnya industri semen, industri kaca dan industri asam sulfat.
  • Industri agrokimia. Misalnya industri pupuk kimia dan industri pestisida.
  • Industri Selulosa dan karet. Misalnya, industri kertas, industri pulp dan industri ban.
  1. Industri Mesin logam Dasar dan Elektronika (IMELDE)
  • Industri mesin dan perakitan alat-alat pertanian.Misalnya mesin traktor, mesin hueler dan mesin pompa.
  • Industri alat-alat berat/konstruksi. Misalnya mesin pemecah batu, buldozer dan excavator dll.

12. Klasifikasi Industri Berdasarkan Alat dan Proses Pembuatan

  1. Industri Tradisional, yaitu industri yang masih menggunakan alat-alat yang cenderung tradisional yang belum memakai teknologi yang baru. Industri jenis ini biasanya merupakan budaya yang turun temurun sehingga masih mempertahankan alat dan prosesnya yang tradisional. Misalnya, industri Marning di Gang Marning Dompilan Jombor Bendosari Sukoharjo.
  2. Industri Nontradisional, yaitu industri yang sudah menggunakan alat-alat dan proses yang lebih canggih dan baru. Industri jenis ini lebih mementingkan hasil yang cepat, banyak, dan keefektifan biaya produksi.

 

B.   KERANGKA BERPIKIR

 

 

 

 

 

BAB 3 METODE PENELITIAN

 

A.  SETTING PENELITIAN

Penelitian di ini dilakukan dengan wawancara dengan narasumber para pengrajin marning di Gang Marning Dompilan RT 2/I Jombor, Bendosari, Sukoharjo. Dan observasi yang dilakukan yaitu secara langsung di Rumah Industri Marning di Gang Marning ini.

Di bawah ini merupakan prosedur dan langkah-langkah penelitian. Tabel 2 Setting Penelitian

No Kegiatan Bulan
Februari Maret April
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Pemilihan Judul
2 Penulisan Bab I
3 Penulisan Bab II
4 Peneliian
a. Wawancara
b. Observasi
5 Pengolahan Data
6 Penulisan Laporan

 

 

B.   BENTUK PENELITIAN

Penelitian ini berbentuk kualitatif dengan data yang diperoleh dari observasi dan wawancara. Menurut bantuknya penelitian ini berbentuk penetian fenomena ekonomi, berkaitan dengan adanya Gang Marning sebagai wujud kecintaan masyarakat terhadap marning kas yang diolah secara tradisional ini.

C.  POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN

Populasi pada penelitian ini adalah industri marning yang terletak di Gang Marning Dompilan RT 2/I Jombor, Bendosari, Sukoharjo. Sampel penelitian yang kami ambil adalah Industri Marning Rumahan secara Tradisional milik Mbah Yatmi

D.  TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Teknik ini digunakan mengingat bentuk penelitian yang berupa penelitian kualitatif. Penelitian ini memiliki data yang berbentuk tulisan tulisan yang dikumpulkan dari narasumber secara wawancara dan observasi secara langsung.

E.   VALIDITAS DATA

Validitas data adalah tahap untuk memastikan atau mendapatkan data-data yang diperoleh dalam penelitian ini sesuai atau faktual dan benar-benar data. Penelitian kualitatif ini mendapatkan atau memperoleh data dengan dua cara yaitu interview dan observasi. Interview merupakan catatan lapangan yang didapatkan dari wawancara atau angket yang tersedia. Observasi merupakan proses pengumpulan data yang secara langsung dirasakan oleh indra manusia.

Trianggulasi merupakan tata cara proses pengumpuan data dengan dua cara atau lebih untuk mencapai sebuah validitas data. Pada penelitian ini akan dilakukan dua cara, yaitu interview dengan wawancara dengan narasumber atau informan dan observasi dengan melihat secara langsung pembuatan marning secara tradisional ini.

F.   ANALISIS DATA

Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis model interaktif (Interactive Model of Analysis). Menurut Miles dan Huberman (1992:16) dalam model ini tiga komponen analisis, yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan, dilakukan dengan bentuk interaktif dengan proses pengumpulan data (data collecting) sebagai suatu siklus. Ketiga kegiatan dalam analisis model interaktif dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Pengumpulan Data

Data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi dicatat dalam catatan lapangan yang terdiri dari dua bagian. Catatan deskriptif adalah catatan alami, (catatan tentang apa yang dilihat, didengar, disaksikan dan dialami sendiri oleh peneliti tanpa adanya pendapat dan penafsiran dari peneliti terhadap fenomena yang dialami.
Catatan reflektif adalah catatan yang berisi kesan, komentar, pendapat, dan tafsiran peneliti tentang temuan yang dijumpai, dan merupakan bahan rencana pengumpulan data untuk tahap berikutnya.

  1. Reduksi Data

Setelah data terkumpul, selanjutnya dibuat reduksi data, guna memilih data yang relevan dan bermakna, memfokuskan data yang mengarah untuk memecahkan masalah, penemuan, pemaknaan atau untuk menjawab pertanyaan penelitian. Kemudian menyederhanakan dan menyusun secara sistematis dan menjabarkan hal-hal penting tentang hasil temuan dan maknanya. Pada proses reduksi data, hanya temuan data atau temuan yang berkenaan dengan permasalahan penelitian saja yang direduksi. Sedangkan data yang tidak berkaitan dengan masalah  penelitian dibuang. Dengan kata lain reduksi data digunakan untuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan dan membuang yang tidak penting, serta mengorganisasikan data, sehingga memudahkan peneliti untuk menarik kesimpulan.

  1. Penyajian Data

Penyajian data dapat berupa bentuk tulisan atau kata-kata, gambar, grafik dan tabel. Tujuan sajian data adalah untuk menggabungkan informasi sehingga dapat menggambarkan keadaan yang terjadi. Dalam hal ini, agar peneliti tidak kesulitan dalam penguasaan informasi baik secara keseluruhan atau bagian-bagian tertentu dari hasil penelitian, maka peneliti harus membuat naratif, matrik atau grafik untuk memudahkan penguasaan informasi atau data tersebut. Dengan demikian peneliti dapat tetap menguasai data dan tidak tenggelam dalam kesimpulan informasi yang dapat membosankan. Hal ini dilakukan karena data yang terpencar-pencar dan kurang tersusun dengan baik dapat mempengaruhi peneliti dalam bertindak secara ceroboh dan mengambil kesimpulan yang memihak, tersekat-sekat dan tidak mendasar. Untuk display data harus disadari sebagai bagian dalam analisis data.

  1. Penarikan Kesimpulan

Penarikan kesimpulan dilakukan selama proses penelitian berlangsung seperti halnya proses reduksi data, setelah data terkumpul cukup memadai maka selanjutnya diambil kesimpulan sementara, dan setelah data benar-benar lengkap maka diambil kesimpulan akhir. Sejak awal penelitian, peneliti selalu berusaha mencari makna data yang terkumpul. Untuk itu perlu mencari pola, tema, hubungan, persamaan, hal-hal yang sering timbul, hipotesis dan sebagainya. Kesimpulan yang diperoleh mula-mula bersifat tentatif, kabur dan diragukan akan tetapi dengan bertambahnya data baik dari hasil wawancara maupun dari hasil observasi dan dengan diperolehnya keseluruhan data hasil penelitian. Kesimpulan‚Äďkesimpulan itu harus diklarifikasikan dan diverifikasikan selama penelitian berlangsung.

Data yang ada kemudian disatukan ke dalam unit-unit informasi yang menjadi rumusan kategori-kategori dengan berpegang pada prinsip holistik dan dapat ditafsirkan tanpa informasi tambahan. Data mengenai informasi yang dirasakan sama disatukan ke dalam satu kategori, sehingga memungkinkan untuk timbulnya ketegori baru dari kategori yang sudah ada.

 

 

G.  PROSEDUR PENELITIAN

 

Langkah-langkah penelitian ini diawali dengan pemilihan populasi dan sampel penelitian. Populasi dari penelitian kali ini yaitu Industri Rumahan Marning di Gang Marning. Sampel penelitian ini adalah Industri Rumahan Marning secara Tradisional milik Mbah Yatmi. Dilanjutkan dengan langkah-langkah selanjutnya yaitu wawancara yang dilakukan selama tiga minggu. Wawancara ini dilakukan di tempat Industri secara langsung, maka saat wawancara ini langkah observasi juga dilakukan. Observasi seperti melihat proses pembuatan juga melihat bgaimana alat-alat yang digunakan. Observasi juga dilakukan dengan mencari referensi di internet dan buku-buku yang tersedia. Lalu dilanjutkan dengan tahap pengolahan data selama dua minggu di bulan April. Tahap yang terakhir yaitu penulisan laporan selama tiga minggu dan diakhiri dengan pencetakan.

 

 

 

BAB 4 HASIL PENELITIAN

 

A.  DESKRIPSI DATA

1.    DATA TENAGA KERJA INDUSTRI MIKRO DAN KECIL

Tabel 3. Tenaga Kerja Industri Mikro dan Kecil

Subsektor 2014
Mikro Kecil
10 Industri Makanan 2,252,729 574,288
11 Industri Minuman 71,483 9,534
12 Industri Pengolahan Tembakau 129,766 206,912
13 Industri Tekstil 400,550 118,814
14 Industri Pakaian Jadi 478,461 428,053
15 Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki 68,494 116,956
16 Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (tidak termasuk furnitur), Barang Anyaman dari Rotan, Bambu dan sejenisnya. 1,317,465 157,134
17 Industri Kertas dan Barang dari Kertas 14,583 9,911
18 Industri Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman 55,238 68,492
20 Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia 43,965 19,858
21 Industri Farmasi, Produk Obat Kimia dan Obat Tradisional 10,876 1,847
22 Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik 26,852 22,105
23 Industri Barang Galian Bukan Logam 590,763 251,014
24 Industri Logam Dasar 3,427 1,071
25 Industri Barang Logam bukan Mesin dan Peralatannya 158,260 92,584
26 Industri Komputer, Barang Elektronik dan Optik 484 1,191
27 Industri Peralatan Listrik 56 2,808
28 Industri Mesin dan Perlengkapan YTDL (yang tidak termasuk lainnya) 3,522 3,393
29 Industri Kendaraan Bermotor, Trailer dan Semi Trailer 3,734 15,068
30 Industri Alat Angkut Lainnya 10,784 6,837
31 Industri Furnitur 247,197 149,682
32 Industri Pengolahan Lainnya 131,151 64,774
33 Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan 20,015 565
Jumlah 6,039,855 2,322,891

2.    DATA BIAYA INPUT INDUSTRI MIKRO DAN KECIL

Tabel 4. Biaya Input Industri Mikro dan Kecil

Subsektor 2013
Mikro Kecil
10 Industri Makanan 51 866 277 83 088 282
11 Industri Minuman 944 246 650 477
12 Industri Pengolahan Tembakau 385 267 2 689 439
13 Industri Tekstil 2 755 533 8 881 335
14 Industri Pakaian Jadi 5 479 223 42 832 780
15 Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki 1 154 972 7 299 430
16 Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (tidak termasuk furnitur), Barang Anyaman dari Rotan, Bambu dan sejenisnya. 11 082 393 15 900 844
17 Industri Kertas dan Barang dari Kertas 204 745 213 058
18 Industri Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman 1 058 382 1 980 119
20 Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia 1 016 535 3 252 965
21 Industri Farmasi, Produk Obat Kimia dan Obat Tradisional 86 280 440 584
22 Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik 730 148 669 030
23 Industri Barang Galian Bukan Logam 5 460 257 9 776 000
24 Industri Logam Dasar 204 484 42 946
25 Industri Barang Logam bukan Mesin dan Peralatannya 3 971 790 6 990 257
26 Industri Komputer, Barang Elektronik dan Optik 27 641 58 738
27 Industri Peralatan Listrik 14 858 292 933
28 Industri Mesin dan Perlengkapan YTDL (yang tidak termasuk lainnya) 108 120 693 662
29 Industri Kendaraan Bermotor, Trailer dan Semi Trailer 153 682 607 554
30 Industri Alat Angkut Lainnya 300 802 289 620
31 Industri Furnitur 6 763 778 10 793 629
32 Industri Pengolahan Lainnya 4 541 921 3 289 969
33 Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan 207 399 284 446
Jumlah 98 518 733 201 018 097

3.    DATA JUMLAH INDUSTRI MIKRO DAN KECIL

Tabel 5. Jumlah Industri Mikro dan Kecil

Subsektor 2013   2014
Mikro Kecil Mikro Kecil
Industri Makanan 1,008,890 158,651 1,125,425 73,066
Industri Minuman 45,508 1,962 43,293 1,401
Industri Pengolahan Tembakau 48,887 14,823 43,152 21,590
Industri Tekstil 265,498 27,541 291,151 12,246
Industri Pakaian Jadi 240,833 99,169 304,418 50,165
Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki 17,326 22,824 30,789 12,477
Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (tidak termasuk furnitur), Barang Anyaman dari Rotan, Bambu dan sejenisnya. 728,786 53,130 784,753 20,729
Industri Kertas dan Barang dari Kertas 8,672 1,430 7,904 1,160
Industri Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman 22,918 8,666 22,719 8,295
Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia 20,181 3,987 22,065 1,813
Industri Farmasi, Produk Obat Kimia dan Obat Tradisional 5,607 909 6,206 238
Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik 19,999 1,999 14,300 2,790
Industri Barang Galian Bukan Logam 196,845 69,017 242,242 33,324
Industri Logam Dasar 1,080 310 1,801 146
Industri Barang Logam bukan Mesin dan Peralatannya 61,801 17,934 67,825 12,749
Industri Komputer, Barang Elektronik dan Optik 121 218 224 134
Industri Peralatan Listrik 324 291 32 220
Industri Mesin dan Perlengkapan YTDL (yang tidak termasuk lainnya) 633 1,178 1,265 394
Industri Kendaraan Bermotor, Trailer dan Semi Trailer 1,800 1,449 1,530 2,042
Industri Alat Angkut Lainnya 5,537 839 5,546 903
Industri Furnitur 102,957 30,874 122,182 19,475
Industri Pengolahan Lainnya 75,071 13,723 73,274 9,031
Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan 7,741 427 8,467 113
Jumlah 2,887,015 531,351 3,220,563 284,501

4.    DATA WAWANCARA TENTANG SEJARAH DAN PROSES PEMBUATAN MARNING

Peneliti               :Marning itu bagaimana mbah cara pembuatannya?

Narasumber¬†¬†¬†¬†¬† : Jadi jagung direbus dikasih ‚Äúnjet‚ÄĚ yang terbuat dari gamping, lalu jika jagung itu sudah bisa ‚Äúdiplecet‚ÄĚ ditiriskan lalu dibilas dan dibersihkan

Peneliti¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : Lalu ‚Äúnjet‚ÄĚ itu untuk apa?

Narasumber      : Itu untuk membersihkan kulit jagung yang masih menempel pada biji jagung tadi yang biasa disebut jenjet. Setelah dibersihkan tadi lalu direndam selama satu hari tanpa diberi apapun, lalu dibilas dan dibersihkan lagi lalu direbus bersama garam hingga airnyatinggal sedikit dan hanya garam yang tampak, lalu ditiriskan lalu dijemur hingga jagungg berwarna kemerahan dan jika digigit sudah renyah

Peneliti               : Lalu menjemur jagung itu biasanya berapa lama?

Narasumber      : Tergantung cuaca. Biasanya jika panasnya bagus hanya tiga hari sudah cukup, namun jika tidak, bahkan hingga 5 hari baru selesai. Lalu jika sudah digoreng dan diberi bumbu seperti bawang garam dan sedikit penyedap rasa.

Peneliti               : Mbah, di gang marning ini kok bisa disebut Gang Marning itu dulunya bagaimana?

Narasumber      : Itu sebenarnya sudah turun-temurun dari simbah-simbah terdahulu. Makanya disini masih menggunakan barang-barang, alat, dan tata cara yang serba tradisional. Dulu konon, sejak jalanan penuh dengan jemuran marning yang memenuhi, membuat orang-orang yang melihatnya menyebutnya gang marning.

Peneliti               : Lalu, begaimana di gang marning ini bisa banyak yang berjualan?

Narasumber      : Dulunya sebenarnya hanya ikut-ikutan, pertama yang jualan itu di tempat mbah harjo lalu yang lain meniru karena ternyata bisa laku dan sangat disukai dan laris dijual.

Peneliti               : Lalu bagaimana urutan pengrajin marning ini dari yang pertama?

Narasumber      : Yang pertama itu miliknya keluarga mbah harjo, lalu diikuti keluarga mbah karso, lalu tempat ini, keluarga mbah yatmi, lalu yang terakhir keluarga mbah ngatno

Peneliti               : Lalu mengapa tempat ini sudah tidak memproduksi marning lagi?

Narasumber      : Sebenarnya masih, tapi dulu sempat libur cukup lama lalu para penjual dan pengkulak marning mencari marning-marning yang lain, sebenarnya juga akan membuat lagi, namun ketidaktersediaan tempat untuk mengurai marning setelah dijemur untuk memisahkannya dari kerikil atau yang lain itu.

 

B.   PEMBAHASAN

Industri adalah salah satu kegiatan pokok ekonomi manusia yang sangat penting. Kegiatan ini berupaya melalui proses bahan mentah menjadi bahan baku dan barang jadi, melalui proses kegiatan industi dapat dihasilkan berbagai barang yang menjadi kebutuhan manusia.Macam industri berbeda-beda untuk tiap daerah atau negara, tergantung pada sumber daya yang tersedia, tingkat teknologi, serta perkembangan daerah atau negara tersebut. Pada umumnya makin maju tingkat perindustrian disuatu daerah, makin banyak jumlah dan macam industri serta makin kompleks pula sifat kegiatan dan usaha tersebut.

Adapun klasifikasi industri berdasarkan kriteria masing-masing, adalah sebagai berikut :

 

1.    Klasisifikasi Industri Berdasarkan Bahan Baku

  1. Industri ekstraktif, yaitu industri yang bahan bakunya diperoleh langsung dari alam. Misalnya industri hasil perikanan, Industri hasil pertanian dan industri hasil perhutanan.
  2. Industri nonekstraktif, yaitu industri yang mengolahlebih lanjut hasil-hasil industri lain. Misalnya industri kayu lapis, industri pemintalan dan industri kain.
  3. Industri fasilitatif atau industri tertier, yaitu industri yang menjual jasa layanan untuk keperluan orang lain. Misalnya Perbankan, perdagangan, angkutan dan pariwisata.

2.    Klasifikasi Industri Berdasarkan Tenaga Kerja

  1. Industri rumah tangga, yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja 4 orang dan memiliki modal yang kecil. Misalnya industri kerajinan dan industri makanan ringan.
  2. Industri Kecil, yang industribyang menggunakan tenaga kerja 5 sampai 19 orang dan memiliki modal yang relatif kecil Misalnya industri genteng dan industri batubata.
  3. Industri sedang, yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja 20 sampai 99 orang dan memiliki modal cukup besar. Misalnya industri bordir dan industri keramik.
  4. Industri besar, yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja lebih dari 100 orang dan memiliki modal besar yang dihimpun secara kolektif dalam bentuk saham. Misalnya industri teksti, industri mobil dan industri besi/baja.

3.    Klasifikasi Industri Berdasarkan Produksi yang Dihasilkan

  1. Industri primer, yaitu industri yang menghasilkan barang atau benda yang tidak perlu pengolahan lebih lanjut dan dapat dinikmati secara langsung. Misalnya industri makanan dan minuman, industri konveksi, dan industri anyaman.
  2. Industri sekunder, yaitu industri yangmenghasilkan barang atau benda yang membutuhkan pengolahan lebih lanjut sebelum dinikmati. Misalnya industri pemintalan benang, industri baja, industri ban dan industri tekstil.
  3. Industri tertier, yaitu industri yng hasilnya tidak berupa barang atau benda yang dapat dinikmati melainkan berupa jasa yang dapat mempermudah atau membantu kebutuhan masayarakat. Misalnya industri angkutan dan industri perbankan.

4.    Klasifikasi Industri Berdasarkan Bahan Mentah

  1. Industri pertanian, yaitu industri yang mengolahb bahan mentah yang diperoleh dari hasil pertanian. Misalnya industri minyak goreng, industri gula dan industri teh.
  2. Industri pertambangan, yaitu industri yang mengolah bahan mentah yang diperoleh dari hasil pertambangan. Misalnya industri semen, industri baja dan industri BBM.
  3. Industri jasa, yaitu industri yang mengolah jasa layanan yang dapat mempermudah beban masyarakat tapi menguntungkan. Misalnya industri perbankan, industri pariwisata dan industri transportasi.

5.    Klasifikasi Industri Berdasarkan Lokasi Unit Usaha

  1. Industri berorientasi pada pasar, yaitu industri yang didirikan didekat daerah persebaran pasar.
  2. Industri berorientasi pada tenaga kerja, yaitu industri yang didirikan didekat daerah pemusatan penduduk, terutama daerah yang memiliki banyak angkatan kerja tapi pendidikannya kurang.
  3. Industri berorientasi pada pengolahan, yaitu industri yang didirikan didekat tempat pengolahan.
  4. Industri berorientasi pada bahan baku, yaitu industri yang didirikan ditempat tersedianya bahan baku.
  5. Industri yang tidak terikat oleh persyaratan orang lain, yaitu industri yang didirikan dimana saja dan tidak terikat oleh syarat-syarat diatas.

6.    Klasifikasi Industri Berdasarkan Proses Produksi

  1. Industri hulu, yaitu industri yang hanya mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi. Misalnya industri alumunium dan industri pemintalan.
  2. Industri hilir, yaitu industri yang mengolah barang setengah jadi menjadi barang jadi sehingga bisa langsung dinikmati oleh konsumen. Misalnya industri otomotif, industri konveksi dan industri mebeler.

7.    Klasifikasi Industri Berdasarkan Barang yang Dihasilkan

  1. Industri berat, yaitu industri yang menghasilkan mesin-mesin atau alat produksi lainnya. Misalnya industri alat-alat berat, industri mesin dan industri pemintalan.
  2. Industri ringan, yaitu industri yang mengahsilkan barang siap pakai untuk dikonsumsi. Misalnya industri obat-obatan, industri makanan dan industri minuman.

8.    Klasifikasi Industri Berdasarkan Modal yang Digunakan

  1. Industri dengan penanaman modal dalam negeri (PMDN), yaitu industri yang memperoleh dukungan modal dari pemerintah atau pengusaha nasional. Misalnya industri kerajinan, industri pariwisata, industri makanan dan minuman.
  2. Industri dengan penanaman modal asing (PMA), yaitu industri yang modalnya berasal dari penanaman modal asing. Misalnya industri komunikasi, industri perminyakan dan industri pertambangan.
  3. Industri dengan modal patungan, yaitu industri yang modalnya berasal dari hasil kerja sama antara PDMN dan PMA. Misalnya industri otomotif dan industri transportasi.

9.    Klasifikasi Industri berdasarkan Subjek Pengelola

  1. Industri rakyat, yaitu industri yang dikelola dan merupakan milik rakyat. Misalnya, industri kerajinan dan industri makanan ringan.
  2. Industri negara (BUMN), yaitu industri yang dikelola dan merupakan milik negara. Misalnya industri kertas, industri pupuk, industri perminyakan dan industri baja.

10. Klasifikasi Industri Berdasarkan Cara Pengorganisasian

  1. Industri kecil, yaitu industri yang memiliki modal relatif kecil, teknologi sederhana, pekerjanya kurang dari 10 orang, produknya masih sederhana dan lokasi pemasarannya pun masih terbatas. Misalnya industri kerajinan dan industri makanan ringan.
  2. Indusri menengah, yaitu industri yang memiliki modal relatif besar, teknologi cukup maju tetapi masih terbatas, pekerjanya antara 10-200 orang,tenaga kerja tidak tetap dan lokasi pemasarannya relatif lebih luas. Misalnya industri bordir dan industri sepatu.
  3. Industri besar, yaitu industri yang memiliki modal sangat besar, teknologi canggih dan modern, organisasi teratur, tenaga kerja dalam jumlah banayak dan terampil dan lokasi pemasarannya berskala nasional dan internasional. Misalnya industri otomotif,industri barang-barang elektronik dan industri transportasi.

11. Klasifikasi Industri Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian

Pengklasifikasian industri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 19/M/I/1986 yang dikeluarkan oleh Departemen Perindustrian dan Perdagangan, yaitu :

  1. Industri kimia Dasar (IKD)
  • Industri kimia organik. Misalnya industri bahan peledak dan industri bahan kimia tekstil.
  • Industri kimia anorganik. Misalnya industri semen, industri kaca dan industri asam sulfat.
  • Industri agrokimia. Misalnya industri pupuk kimia dan industri pestisida.
  • Industri Selulosa dan karet. Misalnya, industri kertas, industri pulp dan industri ban.
  1. Industri Mesin logam Dasar dan Elektronika (IMELDE)
  • Industri mesin dan perakitan alat-alat pertanian.Misalnya mesin traktor, mesin hueler dan mesin pompa.
  • Industri alat-alat berat/konstruksi. Misalnya mesin pemecah batu, buldozer dan excavator dll.

12. Klasifikasi Industri Berdasarkan Alat dan Proses Pembuatan

  1. Industri Tradisional, yaitu industri yang masih menggunakan alat-alat yang cenderung tradisional yang belum memakai teknologi yang baru. Industri jenis ini biasanya merupakan budaya yang turun temurun sehingga masih mempertahankan alat dan prosesnya yang tradisional. Misalnya, industri Marning di Gang Marning Dompilan Jombor Bendosari Sukoharjo.
  2. Industri Nontradisional, yaitu industri yang sudah menggunakan alat-alat dan proses yang lebih canggih dan baru. Industri jenis ini lebih mementingkan hasil yang cepat, banyak, dan keefektifan biaya produksi

 

Melihat data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik Indonesia, jumlah industri makanan adalah yang terbanyak dan terpaut jauh dari jumlah-jumlah jenis industri lain di Indonesia.dengan melihat hal itu, dapat ditafsirkan industri makanan adalah salah satu hal yang sangat berpengaruh di masyarakat. Berpengaruh di masyarakat dalam berbagai hal seperti perekonomian yang akan berkembang dengan berkembangnya industri makanan ini, juga pengaruh jenis makanan dan cara pengolahan pada pembuatan makanan tersebut.

Pengaruh industri makanan dapat dilihat dari tabel biaya input dan tenaga kerja dalam klasifikasi menurut jenis industri oleh Badan Pusat Statistik. Dari 98,518,733 angka biaya yang terinput dari bidang industri, industri makanan menyumbangkan kontribusi sebanyak 51,866,277, berikut adalah data industri mikro di Indonesia pada tahun 2013. Sedangkan pada industri kecil tercatat 83,088,282 dari total 201,018,097. Dari kedua data tersebut bila digabungkan maka presentase industri makanan dalam banyaknya biaya input selama satu tahun adalah 45,05%. Hampir setengah dari total biaya pemasukan oleh industri di Indonesia disumbangkan oleh industri makanan.

Pengaruh yang besar dari mendominasinya industri makanan di Indonesia juga terlihat pada angka ketenagakerjaan. Menurut data yang dikumpulkan dari Badan Pusat Statistik Indonesia, total tenaga kerja industri mikro di Indonesia sebanyak 6,039,855 jiwa. Sedangkan jumlah tenaga kerja pada industri makanan mikro sebanyak 2,252,729 jiwa. Sedangkan pada industri kecil total tenaga kerja di Indonesia sebanyak 2,322,891 jiwa, dan industri makanan sebanyak 574,288 jiwa tenaga kerja. Presentase jumlah tenaga kerja pada industri makanan mikro maupun kecil di Indonesia mencakup 33,80%. Dapat dilihat bahwa tenaga kerja industri makanan di Indonesia adalah sepertiga dari seluruh tenaga kerja di Indonesia yang bekerja di semua jenis produk industri.

Di negara yang kaya akan sumber daya dan budaya seperti Indonesia, aktifitas masyarakat di Indonesia pun akan terus terikat dengan kebudayaan mereka dalam mengolah sumber daya alam yang tersedia. Seperti yang terjadi di sebuah gang di Dompilan RT 02/I Jombor, Bendosari, Sukoharjo yang bernama Gang Marning. Yang mana di gang tersebut masyarakatnya masih mengolah sumber daya alam berupa jagung dengan cara-cara dan alat yang serba tradisional dengan mempertahankan budaya yang sudah turun-temurun.

Dalam Industri Marning yang berada di Gang Marning ini jelas terjadi fenomena yang sangat menarik untuk dikaji. Dari sisi nama Gang Marning sendiri sudah sangat menarik perhatian, seperti yang disampaikan oleh salah satu pengrajin marning di Gang Marning dan salah satu tokoh masyarakat yang dituakan mengatakan:

“Itu sebenarnya sudah turun-temurun dari simbah-simbah terdahulu. Makanya disini masih menggunakan barang-barang, alat, dan tata cara yang serba tradisional. Dulu konon, sejak jalanan penuh dengan jemuran marning yang memenuhi, membuat orang-orang yang melihatnya menyebutnya gang marning.”

Dari narasumber tersebut dapat diartikan bahwa sebutan Gang Marning memang sudah melekat lama di daerah tersebut, karena penjemuran marning sudah terjadi sejak lama dan itu membuat Gang Marning begitu bersejarah dan unik.

Dari sisi lain, hal unik dan menarik untuk dikaji lainnya adalah cara pembuatan marning di daerah Gang Marning ini, jika di industri pembuatan marning yang lain sudah menggunakan alat pabrik yang super canggih, berbeda dengan industri yang masih berbentuk rumahan tradisional yang selalu dipegang erat oleh para pengrajin ini. Berikut gambar pabrik marning dibanding dengan industri rumahan marning tradisional

Gambar 1. Pabrik Marning Modern

Gambar 2. Industri Rumahan Marning secara Tradisional

 

 

Perbedaan yang terdapat pada kedua tempat pengolahan marning tersebut terletak pada alat dan cara pengolahan. Pada Industri Marning Rumahan secara Tradisional oleh Warga Gang Marning cara pengolahan dijelaskan oleh narasumber dalam dialog wawancara, yaitu sebagai berikut:

Peneliti               :Marning itu bagaimana mbah cara pembuatannya?

Narasumber¬†¬†¬†¬†¬† : Jadi jagung direbus dikasih ‚Äúnjet‚ÄĚ yang terbuat dari gamping, lalu jika jagung itu sudah bisa ‚Äúdiplecet‚ÄĚ ditiriskan lalu dibilas dan dibersihkan

Peneliti¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : Lalu ‚Äúnjet‚ÄĚ itu untuk apa?

Narasumber      : Itu untuk membersihkan kulit jagung yang masih menempel pada biji jagung tadi yang biasa disebut jenjet. Setelah dibersihkan tadi lalu direndam selama satu hari tanpa diberi apapun, lalu dibilas dan dibersihkan lagi lalu direbus bersama garam hingga airnya tinggal sedikit dan hanya garam yang tampak, lalu ditiriskan lalu dijemur hingga jagungg berwarna kemerahan dan jika digigit sudah renyah

Peneliti               : Lalu menjemur jagung itu biasanya berapa lama?

Narasumber      : Tergantung cuaca. Biasanya jika panasnya bagus hanya tiga hari sudah cukup, namun jika tidak, bahkan hingga 5 hari baru selesai. Lalu jika sudah digoreng dan diberi bumbu seperti bawang garam dan sedikit penyedap rasa.

 

 

 

 

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

 

A.  KESIMPULAN

Dari pembahasan yang merupakan jawaban dari rumusan masalah kita dapat menyimpulkan bahwa:

  1. Industri makanan khususnya makanan tradisional seperti marning sangat berpengaruh karena dominasinya terhadap biaya input dan dalam penanggulangan pengangguran dengan tingginya angka tenaga kerja di industri makanan.
  2. Industri Marning secara Tradisional merupakan salah satu jalan keluar untuk peningkatan perekonomian daerah minim modernisasai, karena selain peralatan dan cara pengolahan yang sederhana, ini juga memilikki biaya produksi yang minim.
  3. Asal-usul Gang Marning bermula dengan Industri Marning di Gang Marning sendiri akibat banyaknya pengrajin marning yang menjemur marning yang masih berbentuk gerontol di jalan, dan membuat jalan penuh dengan “kepang” yang berisi marning
  4. Selain dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, industri marning ini juga dapat mengatasi rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap hasil pangan lokal yang lebih dikenal minim kualitas karena olahan jagung ini berkualitas baik dan terjamin kebersihannya dengan rasa yang tak ada duanya.
  5. Marning memiliki banyak pengaruh positif bagi lingkungan daripada industri lain. Marning dapat mengatasi berbagai masalah sosial dan perekonomian.

B.   SARAN

Saran untuk Industri Marning secara Tradisional di Gang Marning ini adalah:

  1. Pada proses pengemasan produk marning ini sebaiknya diberi label produk untuk menambah daya tarik pembeli. Juga memperbaiki kemasan yang kurang menarik dan terkesan terlalu polos.
  2. Sebaiknya diberi tambahan varian-varian rasa lain umtuk menambah cita rasa dan daya tarik konsumen. Ini membuat penikmat olahan jagung ini semakin banyak dan luas.
  3. Untuk konsistensi cara pengolahan dan alat bahan yang telah dipercaya dari turun-temurun sebaiknya dipertahankan agar menjadi ciri khas yang akan menarik perhatian
  4. Kepada pengrajin yang sudah berhenti atau break dalam pembuatan marning diharapkan bisa sesegera mungkin kembali melakukan pengolahan marning ini karena para penjual dan pemborong akan terus mencari semakin banyak setiap saatnya

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Suharsimi Arikunto, 1995, Manajemen Penelitian. Penerbit PT. Rineka Cipta. Jakarta.

Supamo,1998. Kajian Aspek Budaya dalam Pengembangan Industri Makanan Trodisional. Pusat Kajian Makanan Tradisional, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Fardiaz, D., 1998. Peluang Kendala, dan Strateai Pengembangan Makanan Tradisional, dalam Kumpulan Ringkasan Makalah Seminar Nasional Makanan Tradisional : Meningkatkan Citra dan Mengembangkan Industri Makanan Tradisional Indonesia, Pusat Kajian Makanan Tradisional (PKMT), Lembaga Penelitian Institut Pertanian Bogor-Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi IPB, Bogor.

http://warissnet.blogspot.com/2014/08/makanan-pokok-indonesia.html

http://bp3ed.disperindag.ntbprov.go.id/index.php/profil/19-fungsional/39-pengolahan-pangan-jagung

http://www.tipscaramanfaat.com/kandungan-nutrisi-dan-manfaat-jagung-manis-589.html

http://djanksoleh.blogspot.com/2012/11/makalah-pengantar-industri-kecil.html

http://www.bps.web.id

http://id.wikipedia.org/

http://bisnisukm.com/renyahnya-untung-dari-bisnis-camilan-marning-jagung.html

 

LAMPIRAN

Gambar 3. Marning siap Sual

Gambar 4. Proses Penjemuran Marning

Gambar 5. Proses Perebusan Marning

Gambar 6. Proses Perendaman Marning

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s